Zepri Ariadi, Tili Karenina, Ika Oktavianti, Karmelina, Andhi Wiriansyah, Beta Natalia
Bawang merah merupakan salah satu komoditi hortikultura penting penyumbang inflasi namun tingkat produksi yang masih terbatas. Budidaya bawang merah sebagian besar dilaksanakan di Pulau Jawa dan pengembangannya di wilayah lain hanya dilaksanakan dengan skala kecil dan terbatas. Tujuan pelaksanaan introduksi teknologi bawang merah ini adalah untuk memotivasi dan memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai usaha produktif untuk memenuhi kebutuhan dan menambah pendapatan. Pelaksanaan kegiatan introduksi bawang merah dilaksanakan melalui tiga tahapan utama yaitu koordinasi dengan berbagai pihak internal dan eksternal, demplot budidaya bawang merah di lahan pekarangan anggota KUB, dan monitoring dan evaluasi secara berkala. Dari kegiatan introduksi budidaya bawang merah di lahan pekarangan telah menambah pengetahuan anggota KUB Rawa Ijo Sematang Borang dalam membudidayakan bawang merah dan mampu memotivasi anggota KUB dalam memahami bagaimana pentingnya memanfaatkan pekarangan sebagai lahan produktif. Dari per 100 polybag yang ditanami bawang merah dengan total berat bibit sebesar 0,565 kg diperoleh hasil panen sebesar 5,83 kg. Selanjutnya hasil yang didapat dari kegiatan introduksi bawang merah tersebut juga dapat mengurangi pengeluaran konsumsi keluarga serta menambah pendapatan rumah tangga.
Unduh laporan hasil penelitian lengkap dalam format PDF / Dokumen.
Pilih Akun